Archive

Kunjungan

Sosial Media


@Asrar Aspia Manurung

@Asrar

Sabtu, 24 Mei 2014

Penerapan Graph Dalam Struktur Data Sebuah Bangunan

Bangunan merupakan suatu ruang yang terdiri dari banyak tempat,yang tersusun antar ruang  ruang yang disatukan baik secara vertical maupun horizontal. Bangunan juga dapat disebuat sebagai ruang yang mempunyai sisi dan bentuk yang teratur dan mempunyai nilai yang dapat diukur. Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya, seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi. Perkembangan Ilmu pengetahuan tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan seperti halnya arsitektur, teknik sipil yang berkaitan dengan bangunan. Bahkan penggunaan trigonometri dalam

matematika juga berkaitan dengan bangunan yang diduga digunakan pada masa. Pada awalnya manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai sarana dan prasarana ataupun infrastruktur dalam kehidupannya. Seperti halnya memanfaatkan gua sebagai tempat tinggal. Kemudian memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai bahan-bahan untuk membuat infrastruktur seperti halnya batu, tanah dan kayu. Kemudian setelah ditemukan bahan-bahan tambang yang dapat digunakan untuk membuat alat atau benda yang menunjang sebuah bangunan seperti halnya barang logam dan mengolah bahan bahan alam seperti mengolah batuan kapur, pasir dan tanah. Dalam perkembangannya, manusia membuat bahan
bahan bangunan dari hasil industri atau buatan manusia yang bahan-bahannya bakunya diambil dari alam. Tidak hanya bahan atau hasil industri yang berkembang tapi juga penerapan implementasi nya juga dapat berkembang. Sekarang berkembang dengan berbagai penerapan yang digunakan pada pembuatan bangunan bisa menerapkan pengimplementasian dari sebuah penerapan dari sebuah implementasi seperti graph, dan lainnya. Tidak hanya pada sebuah bangunan pengimplementasian jug adapt diterapkan pada halhal yang lain misalnya dalam menentukan jalur terpendek, jalur Telekom dan sebagainya. Dalam hal ini, akan dibahas tentang pengimplementasian graph pada sebuah bangunan. Penerapan ini akan mempermudah dalam pembuatan bangunan dan dapt juga membantu para arsitek untuk menghitung luar,lebar dan jarak antara tiap bangunan antar ruang. Graph digunakan untuk merepresentasikan objekobjek
dan hubungan antar objek-objek.

A.    Tujuan
Penelitian berjudul “Implementasi graph dalam Penyimpanan Data Struktur Bangunan” bertujuan untuk merancang bagaimana sebuah aplikasi dapat menggunakan graph dalam penyimpanan data struktur bangunan.

  1. Dasar Struktur Bangunan
Struktur bangunan secara filosofis di bagi menjadi 3 bagian utama, yang digunakan untuk menentukan pembentukan suatu bangunan itu sendiri, yaitu:

  1. Kaki (Pondasi)
Pondasi sering disebut struktur bangunan paling bawah yang berfungsi untuk mendukung seluruh beban bangunan dan meneruskan ke tanah di bawahnya. Dikarenakan fungsinya yang digunakan untuk menahan seluruh beban bangunan, maka pondasi harus dibuat kuat, aman, stabil, awet dan mampu mendukung beban bangunan. Dalam membangun suatu pondasi maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
a. Berat bangunan yang harus didukung
b. Jenis tanah dan daya dukungnya
c. Bahan bangunan untuk pondasi yang tersedia/ mudah didapat
d. Kedalaman tanah yang digunakan untuk pondasi

  1. Badan (Rangka)
Rangka Bangunan ialah bagian dari bangunan yang merupakan sturktur utama pendukung berat bangunan dan beban luar yang bekerja padanya. Rangka bangunan terdiri atas balok portal yang merangkai kolom menjadi sebuah kesatuan, balok menerima seluruh beban dari plat-lantai dan meneruskan ke kolom-kolom pendukung. Hubugan balok dan kolom ialah jepit-jepit, yaitu system dukungan yang dapat Manahan Momen, Gaya vertical maupun horizontal.

  1. Kepala (Atap)
Fungsi atap ialah melindungi bangunan beserta isinya dari pengaruh panas dan hujan. Bentuk dan bahan atap harus serasi dengan rangka bangunannya, agar dapat menambah indah dan anggun serta mnambah nilai dari harga bangunannya. Bentuk atap ditinjau dari besarnya kemiringannya, atap dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a.       Atap Landai. Atap ini menggunakan
penutup atap dengan lembaran besar, seperti seng gelombang atau asbes. Atap ini sangat stabil dikarenakan tekanan angin yang diterima rendah.
b.      Atap Runcing. Atap runcing memberi kesan megah dan anggun bagi pemiliknya. Namun dikarenakan bentuknya yang runcing maka ia akan mendapatkan tekanan angin yang lebih besar.


Graf
Graf adalah kumpulan simpul (nodes) / vertex yang dihubungkan satu sama lain melalui sisi/ busur (edges)[1]. Simpul adalah objek sembarang, seperti kota, atom-atom dan objek-objek yang dapat dijabarkan. Busur adalah relasi yang menghubungkan antara objek-objek tersebut, sehingga objek-objek tersebut mempunyai makna. Secara umum, sebuah graf dapat dirumuskan, Dengan G adalah Graph sedangkan V adalah simpul dan E adalah busur.
Berdasarkan arah busurnya, graph dibagi menjadi dua, yaitu graph berarah/ directed graph dan graph tidak berarah/ undirected graph. Graf berarah adalah graph yang setiap busurnya mempunyai arah. Dengan demikian, graph berarah dapat dinotasikan
sebagai : <V1, V2> ≠ <V2, V1> Sedangkan untuk yang tidak berarah <V1, V2> = <V2, V1>. Graf didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E), yang dalam hal ini V adalah himpunan tidak kosong dari simpul-simpul (verticers atau node) = {v1, v2, v3,...} dan E himpunan sisi (edges atau arcs) yang menghubungkan sepasang simpul {e1, e2, e3, ...} atau dapat di tulis dengan notasi G = {V,E}.
Dengan definisi demikian graf dapat digunakan berbagai objek diskrit, terutama graf sering digunakan untuk memodelkan berbagai persoalan untuk memudahkan penyelesaiannya. Misalnya seseorang ingin menggambarkan diagram hubungan relasi kerja seorang pimpinan dengan staf-stafnya, maka sang pimpinan dapat dijadikan suatu objek diskrit (simpul/vertex), demikian juga staf-stafnya, dan akan terdapat sisi-sisi (edges) yang menghubungkan satu dan lainnya untuk menggambarkan hubungan (relationship) antara objek-objek (simpul) tadi. Seperti terlihat pada gambar 1, dimana seorang Pimpinan membawahi Staf1, dan Staf2 dibawahi Staf 1. Dari sini dapat dilihat kekuatan graf dalam mendeskripsikan objek-objek diskrit sehingga graf sampai saat ini banyak digunakan
 Pengetahuan Dasar Teori Graph
Pada bagian ini Anda akan mempelajari sejarah singkat perkembangan teori graph serta beberapa pengertian dasar teori graph mencakup definisi teori graph; graph hingga dan graph tak hingga; insidensi dan ajasensi; titik (simpul) terisolasi, titik anting, serta derajat suatu titik. Setelah Anda mengenal beberapa pengertian teori graph, selanjutnya akan disajikan materi graph sebagai model matematika dan aplikasinya yang mencakup graph sebagai model matematika, graph berarah sebagai model matematika, jaringan kerja, silsilah keluarga, sistem komunikasi, jaringan transportasi, desain arsitektur, dan ikatan kimia.
Mengingat materi yang akan Anda pelajari ini merupakan landasan utama dalam mempelajari modul-modul berikutnya, maka pemahaman yang baik tentang materi yang disajikan merupakan langkah yang tepat dalam upaya memahami materi setiap modul secara keseluruhan.
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan mengenal sejarah singkat munculnya teori graph, beberapa pengertian dasar teori graph, serta aplikasi teori graph.
Setelah mempelajari modul ini, secara khusus Anda diharapkan mampu:
1)      menjelaskan sejarah perkembangan teori graph;
2)      menjelaskan beberapa pengertian dasar teori graph;
3)      menggambar graph sebagai model matematika. 

0 komentar

Posting Komentar

Pak Asrar Aspia Manurung | Blog Pak Asrar Aspia Manurung | Asrar Aspia Manurung. Diberdayakan oleh Blogger.