Archive

Kunjungan

Sosial Media


@Asrar Aspia Manurung

@Asrar

Senin, 10 Maret 2014

Trik dan Taktik Mengajar

SAAT SIRKUS
Bagaimana melakukannya?
Rencana dasarnya adalah siswa bekerja melalui serangkaian tugas dalam urutan apa pun dalam waktu tertentu.
1.      Rancangan sejumlah tugas yang sesuai dengan topik saat itu.Lebih disukai ,yang mencakup berbagai style belajar dan berbeda dalam kecanggihan konseptual.
2.      Tempatkan tugas dilokasi- lokasi yang berbeda di seluruh ruang.Jika fasilitasnya memungkinkan ,mereka dapat menonton video atau informasi tertentu (dengan Tv yang menghadap sudut ruangan ), mendengaarkan kaset audio (dengan sebuah ‘listening centre’ dan banyak ‘handphone’) , kegiatan dengan internet atau CD-ROM (dengan PC di kelas atau resource Centre sekolah), dan kegiatan membaca, menulis, grafik dan fisik di letakkan diatas meja. Jika fasilitas dan energi tidak memungkinkan melakukan semuanya, maka dapat di berikan lebih sedikit tugas yang di gandakan. Kuncinya digandakan adalah memiliki cukup alokasi untuk memastikan tidak ada satupun yang terlalu ramai.
3.      Jelaskan tujuan kegiatan, dan penilaian dilakukan di akhir rangkaian. Penting bagi siswa untuk dapat terfokus pada tujuan dan poin akhir selama sirkus.
4.      Tujuan chart dinding yang besar yang anda buat sebelumnya dimana semua tugas muncul sebagai kolom dalam urutan acak (penting bahwa tugas tertulis acak dan tidak dalam urutan tingkatan kesulitan) dan nama semua siswa muncul dalam semua baris. Siswa juga diberi lembar catatan individu dengan semua tugas tertulis. Kemajuan (progress) di catat di lembar publik dan juga pribadi. Tiap kali seorang siswa menyampaikan tugas yang memuaskan guru, kedua lembar catatan di tandatangani diberi tanggal.
5.      Kemudian ditentukan tantangan : misalnya, “mari kita lihat apakah semuanya dapat berhasil dalam setidaknya lima dari delapan tugas dari tiga pelajaran kedepan”. Penting untuk memberi kebebasan dalam jumlah tugas yang harus disampaikan untuk meyakinkan perbedaan. Maka minimum 5, maksimum 8 (atau berapa jumlah yang tepat untuk siswa anda). Anda mungkin menawarkan semacam pesta jika semua orang sampai disana : misalnya, dalam bahasa modern makan pagi prancis lengkap dengan crirssant dan cokelat panas (ini uang yang di keluarkan oleh anggaran departement), atau dalam geografi berburu harta karun dengan peta dan kompas. Menakjubkan bagaimana suatu insentif kecil dapat menstimulasi tekanan dan dukungan peer group saat siswa saling mendorong untuk melengkapi jumlah minimum dari tugas.
6.      Siswa memulai mengerjjakan dalam urutan yang sesuai dengan mereka. Guru berkeliling untuk memantau, berargumen dan mendukung. Dalam beberapa kasus siswa dapat diarahkan petugas tertentu: contohnya siswa yang lebih pintar sebaiknya ditantang untuk membuat tugas yang lebih sulit., dan sebaliknya. Dengan cara ini, guru memastikan bahwa mereka masing-masing belajar dengan tepat secara personal. Ketika seorang siswa selesai dengan tugasnya, guru harus mengesahkan pekerjaannya dan memeriksa pemahaman siswa sebelum mereka diperbolehkan terus.
7.      Beberapa siswa mungkin merencanakan rute mereka, lainnya ikut arus. Tetapi mereka tidak boleh memadati lokasi kerja,jadi diperlukan sedikit negoisasi.
8.      Di akhir waktu yang diberikan ,guru mengkonsolidasi hasil belajar ,dengan memanfaatkan pengetahuan dan pemahaman yang dicapai siswa,dan penilaian kesimpulan dilakukan terhadap tujuan belajar sebenarnya.

Aplikasi dalam matematika
·         Subjek apa pun yang dapat dipelajari ,atau digabung,melalui sejumlah tugas  mandiri.
·         Tentukan pertanyaan ujian sebelumnya sebagai tugas- sangat bagus untuk revisi dan melatih siswa-siswa dalam tekhnik ujian. Pertanyaanya bahkan dapat mempunyai jawaban “ buruk” yang ditempel, yang menggunakan contoh anonim dari tiruan ujian. Tujuannya adalah membahas kembali jawaban sampai sempurna.
Mengapa melakukannya ?
·         Ini merupakan contoh belajar mandiri terstruktur dan hal ini juga melatih siswa dalam disiplin tertentu; mengatur waktu; menggunakan berbagai sumber; bekerja dalam berbagai cara; berpindah tanpa rencana dari satu tugas ke tugas lainnya; tetap mengerjakan tugas bahkan ketika guru tidak sedang melihat; membuat pilihan.
·         Paling bagus, siswa akan memiliki pengalaman berbagai model belajar. Ini akan memberi mereka dan guru pandangan terhadap preferensi alami mereka.

·         Metode ini sangat differentiated. Setiap orang diberi keberhasilan pada suatu level yang memanjang, tetapi madih dalam jangkauan.

0 komentar

Posting Komentar

Pak Asrar Aspia Manurung | Blog Pak Asrar Aspia Manurung | Asrar Aspia Manurung. Diberdayakan oleh Blogger.