Archive

Kunjungan

Sosial Media


@Asrar Aspia Manurung

@Asrar

Minggu, 09 Maret 2014

Peran Budaya pada dunia sekolah

Anak atau remaja yang tinggal disuatu daerah tertentu akan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan remaja di daerah lain. Untuk mengetahui karakteristik anak atau remaja di suatu daerah tertentu, terlebih dahulu harus mengetahui karakteristik budaya masyarakat setempat, tylor mengarikan budaya sebagai “......that complex whole which includs knowledge, belief, art, morals, laws, customs, and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society” (dalam Brameld, 1957). Budaya merupakan suatu kesatuan yang unik bukan jumla dari bagian-bagian. Suatu kemampuan kreasi manusia yang immaterial, berbentuk bagian. Suatu kemampuan psikologis seperti ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni dan sebagainya. Budaya dapat berbentuk fisik seperti seni, dapat jga berbentuk kelompok-kelompok masyarakat, atau hal lainna, sebagai realitas objektif yang diperoleh dari lingkungan dan tidak terjadi dalam kehidupan manusia terasing, melainkan dalam kehidupan suatu masyarakat.
Koentjaningrat (1984) mengelompokkan aspek-aspek budaya berdasarkan dimensi wujudnya yaitu sebagai berikut :
1.      Kompleks gagasan atau ide seperti pikiran, pengetahuan, nilai keyakinan, norma, dan sikap.
2.      Kompleks aktivitas seperti pola komunikasi, tari-tarian, upacara adat.
3.      Material atau benda seperti hasil seni, peralatan, dan lain sebagainya.

Sebagai komplek gagasan budaya bersifat abstrak, spesifik, sbjektif, dan tidak teramati. Sedangkan sebaga kompleks aktivitas dan material, budaya bersifat konkret, objektif, dan eksplisit serta dapat diidentifikasikan serta diamati scara langsung. menurutRobert K. Merton (dalam Fernandez, 1990) di anatara segenap unsur-unsur sosial dan budaya terdapat dua unsur yang terpenting yaitu kerangka aspirasi-aspirasi dan unsur-unsur yang mengatur kegiatan-kegiatan untuk mencapai aspirasi-aspirasi tersebut. Dengan kata lain, ada nilai sosial budaya yang merupakan rangkaian dari konsepsi-konsepsi abstrak yang hidup di dalam alam pikiran bagian terbesar dari masyarakat mengana apa yang baik dan apa yang buruk dan norma-norma yang mengatur kegiatan-kegiatan manusia untuk mencapai cita-cita tersebut. Nilai-nilai sosial budaya tadi berfungsi sebagai pedoman dan pendorong perilaku individu di dalam hidupnya. Individu sebagai anggota masyarakat, di dalam dirinya terdapat berbagai aspek kehidupan yang memberi bentuk dan warna tersendiri sebagai anggota masyarakat dan bagi seluruh masyarakatnya.
Dalam sejarah perkembangan suatu masyarakat ditemukan beberapa pengaruh dasar yang pening dan yang secara jelas menunjukkan identitas dan kualitasnya, serta merupakan unsur-unsur yang dapat menunjukkan perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Perbedaan dalam meyakini nilai-nilai, cara berpikir, cara hidup dan cara bertindak pada dasarnya merupakan warisan para leluhur yang secara terus-menerus menjiwai seluruh kepribadian seseorang dan masyarakatnya, dan akan tetap mewarnai kehidupan masyarakat tersebut serta anggota-anggotanya sampai taraf yang lebih tinggi.

Walaupun ditengah arus perkembangan yang sangat pesat dalam segala aspek kehidupan yang terjadi hampir diseluruh pelosok tanah air, masih terlihat dengan jelas bahwa mayarakat di suatu daerah masih kuat berperang pada adat kebiasaan serta mentalitas para leluhurnya. Sebagai contoh, menurut Noohamidjojo (1974) bagi kebanyakan orang jawa Tujuan hidp adalah kesatuan dengan seluruh kosmos yang dilihatnya sebagai subjek yang secara analog mempunyai daya dan kekuatan dan yang tidak boleh dilakukan demi kepentingan manusia. Seluruh kosmos perlu dijaga dan dilindungi sedemikian rupa sehingga terjamin adanya kesatuan dan keharmonisan dengan manusia.

0 komentar

Posting Komentar

Pak Asrar Aspia Manurung | Blog Pak Asrar Aspia Manurung | Asrar Aspia Manurung. Diberdayakan oleh Blogger.