Archive

Kunjungan

Sosial Media


@Asrar Aspia Manurung

@Asrar

Senin, 24 Maret 2014

Kualitas Pendidikan Indonesia

Sudah banyak didengar komentar tentang mutu pendidikan akhir-akhir ini. Pada umumnya komentar itu tidak dapat dikatakan hanya sebatas wacana, karena anggota masyarakat melihat dan merasakan namun sulit untuk membuktikannya. Hal ini disebabkan karena tidak ada data yang menunjukkan apa dan bagaimana kelemahan yang dikeluhkan masyarakat.
Keluhan atau banyaknya komentar masyarakat sebagai pemakai jasa pendidikan terhadap mutu pendidikan (guru) saat ini, setidaknya seperti yang diungkapkan oleh Prof.Dr. Fuad Hasan dalam dialog interaktif TVRI menyatakan bahwa hanya 30 % guru-guru masa kini yang layak mengajar.[1]
Terlepas dari pro dan kontra terhadap masalah pendidikan di Indonesia, namun telah terbukti bahwa profesionalisme seorang guru kini di pertanyakan. Kondisi ini yang membuat merosotnya kualitas Pendidikan di indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan yang merupakan media atau sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa bangsa ini menuju ke arah pendidikan yang lebih baik.
Pendidikan yang semestinya menjadi prioritas utama dan diharapkan mampu mengeluarkan bangsa Indonesia dari permasalahan rendahnya prestasi siswa-siswa/anak bangsa di Indonesia. Namun sampai saat ini, pemerintah seperti acuh tak acuh terhadap merosotnya mutu pendidikan dan akhirnya berdampak langsung terhadap menurunnya prestasi anak bangsa dalam memajukan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Keadaan ini semakin menambah potret pendidikan kita makin tak menarik dan tak sedap dipandang makin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan di negara kita.[2] Jika masalah ini tidak segera dicari solusinya, maka akan sulit mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas/mutu pendidikan di Indonesia.
Dipihak lain ada pendapat yang menyatakan bahwa rendahnya mutu pendidikan saat ini tidak hanya disebabkan oleh faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri tetapi juga berasal dari luar. Faktor-faktor tersebut antara lain penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu minat guru untuk menambah pengetahuan dan informasi sebagai upaya meningkatkan mutu masih kurang, sebab ada anggapan bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas tidak berpengaruh terhadap pendapatan (gaji) yang diterima dalam tiap bulannya. Konsekwensi logis atas hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas guru itu sendiri, sehingga dengan kondisi yang demikian sebaik apapun kurikulum yang akan diterapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional kita tampaknya masih kurang berhasil.
Berkaitan dengan permasalahan tersebut, maka masalah rendahnya kualitas dan kesejahteraan guru merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan. Dan diharapkan upaya pemerintah dan para pendidik  dalam meningkatkan pendidikan dan dapat memberikan kontribusi positif bagi perbaikan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru di Indonesia.



[1] (http://wwww.mentawai.org/pot9.htm)
[2] Mara Samin Lubis. Analisi Sistem (Desain) dalam Pendidikan. 2013. Hal. 15

1 komentar

Jhon Kempol 19 Juni 2014 10.12

sangat menarik sekali ulasannya. salam kenal dari ikhram.com situs booking dan cari biro umroh lengkap di indonesia.

Posting Komentar

Pak Asrar Aspia Manurung | Blog Pak Asrar Aspia Manurung | Asrar Aspia Manurung. Diberdayakan oleh Blogger.