Archive

Kunjungan

Sosial Media


@Asrar Aspia Manurung

@Asrar

Senin, 18 Maret 2013

Permasalahan dalam Belajar


Kesulitan belajar bukan merupakan permasalah baru di lingkungan sekolah di indonesia, Bagi pendidikan luar biasa, ataupun SLB, istilah ini adalah sudah umum.  Namun bagi sekolah formal adalah istilah yang baru. Jika dilihat daeri gejala dan penyebaran, kesulitan belajar atau learning disability, ada kecendrungan, simptom ini mengarah kepada epidemi.  Jika tidak dilakukan deteksi dini dan intervensi yang berkesinambungan, maka akan menjadi masalah yang lebih komplek. “Learning disabilities” atau kesulitan belajar adalah suatu klasifikasi termasuk daerah beberapa fungsi di mana seseorang memiliki kesulitan belajar dengan cara yang khas, Kesulitan belajar adalah ketika seseorang memiliki masalah
belajar yang signifikan di bidang akademis. Masalah-masalah ini, bagaimanapun, tidak cukup untuk menjamin diagnosis resmi. Gangguan belajar, di sisi lain, adalah diagnosis klinis resmi, dimana individu memenuhi kriteria tertentu, sebagaimana ditentukan oleh seorang profesional (psikolog, dokter anak, dll) Perbedaannya adalah dalam tingkat, frekuensi, dan intensitas gejala yang dilaporkan dan masalah, dan dengan demikian keduanya tidak boleh bingung.
Learning Disabilities” mengacu pada berbagai gangguan yang mempengaruhi perolehan, penyimpanan, pemahaman, organisasi atau penggunaan informasi verbal dan / atau non-verbal. Hal ini adalah hasil dari gangguan dalam satu atau lebih proses psikologis yang berkaitan dengan pembelajaran dan atau berkombinasi satu dengan yang lain dari sumber masalah tersebut. Dimana hal bertolak belakang dengan kemampuan mendasar rata-rata bagi pemikiran dan penalaran. “Learning Disability” adalah gangguan tidak bersifat global atau hanya spesifik, dengan demikian berbeda dari cacat intelektual (intellectual difficulties).
·         Learning Disabilities” memiliki rentang tingkat keparahan dan atau tanpa kecuali menggangu perolehan dan penggunaan satu atau lebih keterampilan penting berikut:
bahasa lisan (misalnya, mendengarkan, berbicara, pemahaman)
·         Membaca (misalnya, decoding, pemahaman
·         Bahasa tertulis (misalnya, ejaan, ekspresi tertulis
·         Matematika (misalnya, perhitungan, pemecahan masalah)
Ketidakmampuan belajar dapat disebabkan karena genetik, bawaan lainnya dan atau diperoleh faktor neuro-biologis. Mereka tidak disebabkan oleh faktor-faktor seperti perbedaan budaya atau bahasa, instruksi yang tidak memadai atau tidak, status sosial-ekonomi atau kurangnya motivasi, meskipun salah satu dari faktor-faktor ini dan lainnya dapat memperparah dampak dari ketidakmampuan belajar. Sering ketidakmampuan belajar hidup berdampingan dengan kondisi lain, termasuk gangguan attentional, perilaku dan emosional, gangguan sensorik atau kondisi medis lainnya.

0 komentar

Posting Komentar

Pak Asrar Aspia Manurung | Blog Pak Asrar Aspia Manurung | Asrar Aspia Manurung. Diberdayakan oleh Blogger.