Archive

Kunjungan

Sosial Media


@Asrar Aspia Manurung

@Asrar

Senin, 18 Maret 2013

Penyelamatan Bangsa


Sebuah Negara yang sudah lama merdeka hendaknya sudah mampu untuk mensejahtrakan bangsanya sendiri. Dengan memperhatikan sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Tetapi, tanda-tanda sebuah Negara negeri semakin jaya jauh dari harapan jika ini tidak terlaksana. Alih alih semakin jaya, tanda-tanda malah mengarahkan kita kepada keadaan bahaya. Hal ini di temukan dalam berbagai masalah polemik negeri ini seperti perzinahan, dusta dimana-mana, kerusuhan, pembunuhan, bahkan penistaan dimana-mana.
Berikut 7 Cara Menyelamatkan Indonesia Dari Keterpurukan,
yaitu : 1. Pendidikan Moral Model pendidikan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan dan berbasis akhlak dan moralitas. Tanpa pondasi akhlak, setinggi apapun pendidikan yang diraih hanya akan melahirkan manusia yang haus kekuasaan. 2. Membersihkan Akidah Percik-percik noda pada penduduk mayoritas Indonesia, harus senantiasa dibersihkan. Terutama dari paham sekuler, liberal dan plural yang mendorong kebebasan tak berujung pada masyarakat. 3. Hukum Yang Adil Peradapan hanya akan maju, ketika semua manusia duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dihadapan hukum. Hanya dengan keadilan, kemanusiaan mampu bersinar dengan terang. 4. Benahi Politik Dalam politik lawan tak kan pernah melukaimu, tapi teman bisa membunuhmu. Mulai sekarang kita harus merubah politik yang kotor menjadi yang lebih manusiawi, bermartabat dan menjunjung nilai-nilai tinggi. 5. Menyudahi Permusuhan Jangan ada lagi permusuhan dan dendam maka berbaikanlah. Jadilah orang pertama yang meminta maaf dan memaafkan 6. Sedikit Bicara Banyak Mendengar Dengan belajar mendengar, maka kita juga belajar memahami orang lain. Dan dengan memahami orang lain, kita telah berusaha menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk masa depan. 7. Jadilah Teladan Jadilah teladan, berikan contoh dan ajarkan kebaikan pada orang lain, dengan melakukan kebaikan secara konsisten

0 komentar

Posting Komentar

Pak Asrar Aspia Manurung | Blog Pak Asrar Aspia Manurung | Asrar Aspia Manurung. Diberdayakan oleh Blogger.